Oskab Records Dorong Musisi Lokal Medan Tembus Industri Musik Digital


MEDAN — Perkembangan industri musik digital membuka peluang besar bagi musisi independen di Kota Medan. Namun, keterbatasan akses studio rekaman profesional, biaya produksi yang tinggi, serta minimnya pemahaman tentang distribusi digital masih menjadi tantangan utama. Melihat kondisi tersebut, Oskab Records hadir sebagai studio rekaman dan label musik independen yang berupaya membantu musisi lokal berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Industri musik lokal di Kota Medan menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Munculnya berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube memberikan ruang yang lebih luas bagi musisi independen untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik. Meski demikian, banyak musisi lokal masih menghadapi kendala dalam proses produksi dan distribusi musik.
Keterbatasan biaya produksi, akses terhadap studio rekaman berkualitas, serta kurangnya pengetahuan mengenai strategi promosi digital menjadi hambatan yang sering dialami musisi muda di Medan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai inisiatif kreatif untuk mendukung perkembangan ekosistem musik lokal.
Salah satu pihak yang aktif mendukung perkembangan musisi lokal adalah Oskab Records, studio rekaman dan label musik independen yang didirikan pada 22 Desember 2022 di Kota Medan.
Oskab Records didirikan oleh Muhammad Fachrur Razie, Hari Syahputra, dan Faatih Mundzir Aulia Manurung dengan visi membantu meningkatkan daya saing musisi lokal. Studio ini berlokasi di Jalan Patriot Baru I No.94, Sunggal, Medan Sunggal, Kota Medan.
Selain menyediakan layanan rekaman musik, Oskab Records juga menawarkan layanan mixing, mastering, distribusi digital, hingga promosi karya musik melalui media sosial dan berbagai kegiatan musik lokal.
Muhammad Fachrur Razie selaku Co-Founder Oskab Records mengatakan bahwa banyak musisi lokal memiliki potensi besar, tetapi belum mendapatkan dukungan yang memadai dalam proses produksi maupun distribusi karya.
“Kami ingin menjadi wadah bagi musisi lokal agar mereka bisa berkarya dengan kualitas yang baik tanpa harus terbebani biaya produksi yang terlalu tinggi,” ujarnya saat diwawancarai di studio Oskab Records.
Menurutnya, perkembangan platform digital sebenarnya memberikan peluang besar bagi musisi independen untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Namun, masih banyak musisi yang belum memahami cara mendistribusikan karya mereka secara profesional ke platform digital.
Berdasarkan hasil wawancara dengan sejumlah musisi lokal yang pernah melakukan rekaman di Oskab Records, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan biaya produksi, minimnya promosi, serta kurangnya pemahaman tentang monetisasi karya musik di era digital.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Oskab Records mulai menerapkan strategi pengembangan industri musik berbasis digital. Tidak hanya fokus pada proses rekaman, studio ini juga membantu musisi dalam proses distribusi karya ke berbagai platform streaming musik.
Selain itu, Oskab Records juga aktif membangun ekosistem musik lokal melalui kegiatan komunitas dan event musik seperti “Oskab Bersenang-Senang” yang menjadi ruang kolaborasi bagi musisi muda di Kota Medan.
Ke depan, Oskab Records menargetkan dapat merilis lebih banyak karya musisi lokal serta memperluas jaringan kerja sama dengan komunitas kreatif dan pelaku industri musik lainnya.
Kehadiran Oskab Records menjadi salah satu bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan industri musik lokal di Kota Medan. Melalui layanan rekaman yang lebih terjangkau dan dukungan distribusi digital, studio ini diharapkan mampu membantu musisi independen menghasilkan karya yang lebih kompetitif.
Di tengah perkembangan era digital, kolaborasi antara musisi, komunitas kreatif, dan pelaku industri musik dinilai penting untuk menciptakan ekosistem musik yang lebih kuat dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Penulis: Muhammad Rafie Akbar

