Mengenal Manusia-Manusia Polymath
Para tokoh manusia polymath yang dapat menginspirasi dan menguatkan semangat dalam mengembangkan ide dan daya pikir.
PENDIDIKAN


Setiap manusia memiliki minat dan keinginannya masing-masing. Tidak dapat dipungkiri, hal tersebut menjadi hal yang mendasar dari seseorang di mana ia dapat memilih apa yang diinginkannya dan hal lainnya yang “seakan” tidak didalami bahkan dijauhkan dari kehidupannya. Tentunya, hal ini menjadi pembahasan yang sesungguhnya menarik di tengah masyarakat di mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menunjukkan arah yang lebih luas dari peradaban sebelum-sebelumnya.
Di tengah banyak manusia yang kini gemar untuk fokus saja dalam satu bidang, tidak tertutup pula banyak juga individu yang memilih untuk mendalami bidang lainnya. Baik bidang tersebut bersinggungan dengan bidang utama yang digelutinya, ataupun yang berseberangan dari bidang ilmu yang ada. Orang-orang tersebut banyak dikenal sebagai polymath atau manusia polimatik, yang memiliki curiousity untuk mendalami berbagai macam bidang ilmu.
Apakah itu Manusia Polymath?
Seperti yang telah dijelaskan pada pengantar, manusia adalah makhluk yang berpikir dan dapat memilah serta memilih hal-hal yang diinginkannya. Tidak hanya dalam hal-hal mendasar yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun juga hasrat dalam belajar dan mengembangkan ide serta daya pikirnya. Tidak dapat terelakkan, kemampuan manusia masa kini —termasuk saya sendiri—sangat lemah dalam mengingat dan menghafal. Bukan serta merta seratus persen tidak dapat melakukannya, namun bisa dikatakan kita tidak sehebat para manusia yang hidup pada generasi-generasi yang lalu.
Kemampuan mereka dalam belajar, mengingat, bahkan menghafal serta mewujudkan ide yang mereka rancang sangatlah fantastik. Di mana hal tersebut dibuktikan tidak hanya dalam satu bidang ilmu tertentu, namun mereka juga mampu mengembangkan dan mendalami bidang ilmu lainnya yang tentunya menjadi minat para tokoh tersebut.
Polymath : a person of encyclopedic learning
Merriam-Webster Dictionary
Dari penelusuran definisi yang dilakukan, dapat dikatakan bahwa seorang polymath adalah orang yang (memiliki pola) belajar secara ensiklopedia. Lebih lanjut lagi dapat kita ketahui bahwa ketika kita masih kecil, banyak sekali ilmu dan informasi yang dapat kita peroleh dari ensiklopedia. Demikiannya pada “otak” seorang polymath, kita dapat menemukan banyak ilmu yang “nongkrong” di dalamnya.
Beberapa Tokoh Terkenal yang Merupakan Manusia Polymath
Dari berbagai abad dan generasi ke belakang, kita dapat temukan banyak nama yang menjadi tokoh besar bahkan ahli “garis keras” di bidangnya. Namun, ada pula beberapa nama tokoh yang sangat hebat di mana mereka menguasai berbagai bidang ilmu sekaligus. Tentunya hari ini kita tidak uraikan semuanya, namun beberapa tokoh berikut menurut penulis sangat perlu diperhatikan :
Leonardo da Vinci
Mungkin banyak dari kita mengingat Leonardo da Vinci hanya dari lukisan Mona Lisa-nya yang fenomenal. Namun lebih dari itu, ia adalah seorang manusia polymath yang berasal dari Italia pada masa Renaisans yang aktif sebagai pelukis, juru gambar, insinyur, ilmuwan, ahli teori, pematung, dan arsitek. Sebagai seseorang yang mengagumkan, ia juga dikenal karena buku catatannya, di mana ia membuat gambar dan catatan tentang berbagai subjek, termasuk anatomi, astronomi, botani, kartografi, lukisan, dan paleontologi. Leonardo secara luas dianggap sebagai seorang jenius yang melambangkan cita-cita humanis Renaisans.
Namun demikian walaupun ia membuat penemuan substansial dalam anatomi, teknik sipil, hidrodinamika, geologi, optik, dan tribologi, tetapi dia tidak mempublikasikan temuannya dan mereka tidak memiliki pengaruh langsung pada sains selanjutnya.
Ibnu Sina / Avicenna
Seorang tokoh dari Persia yang dianggap sebagai salah satu dokter, astronom paling penting, filsuf, dan penulis berkenaan dengan Zaman Keemasan Islam. Selain itu, Ibnu Sina dikenal sebagai Bapak Kedokteran modern awal. Guru besar dari Universitas Exeter, bernama Prof. Sajjad H. Rizvi menyebutnya sebagai seorang filsuf paling berpengaruh di era pra-modern”.
Sebagai seorang ilmuan, tentunya ia menghasilkan banyak karya yang monumental. Terbukti dari apa yang masih ada hingga kini, dari 450 karya yang diyakini telah ditulisnya, sekitar 240 masih bertahan, termasuk 150 karya tentang filsafat dan 40 karya tentang kedokteran. Selain filsafat dan kedokteran, karya-karya Ibnu Sina meliputi tulisan-tulisan tentang astronomi, alkimia, geografi, geologi, psikologi, teologi Islam, logika, matematika, fisika, dan karya puisi.
Nicolaus Copernicus
Tokoh satu ini aktif sebagai ahli matematika, astronom, dan kanon Katolik, yang merumuskan model alam semesta yang menempatkan Matahari sebagai pusatnya, bukan Bumi. Teori tersebut dikenal dengan nama Heliosentris. Dapat dicatat bahwa kemungkinan besar Copernicus mengembangkan modelnya secara independen dari Aristarchus dari Samos, seorang astronom Yunani kuno yang telah merumuskan model semacam itu sekitar delapan belas abad sebelumnya.
Tercata pula bahwa Copernicus lahir dan meninggal di Royal Prussia, sebuah wilayah yang telah menjadi bagian dari Kerajaan Polandia sejak 1466. Selain sebagai seorang manusia polymath, ia juga seorang polyglot yang menguasai berbagai macam bahasa. Semasa hidupnya, aa memperoleh gelar doktor dalam hukum kanon dan merupakan seorang ahli matematika, astronom, dokter, sarjana klasik, penerjemah, gubernur , diplomat, dan ekonom. Dari 1497 dia adalah kanon bab Katedral Warmian. Pada tahun 1517 ia menemukan teori kuantitas uang—sebuah konsep kunci dalam ekonomi—dan pada tahun 1519 ia merumuskan prinsip ekonomi yang kemudian disebut hukum Gresham.
Tirai Penutup: Sebuah Kesimpulan
Dari beberapa tokoh di atas, dapat dilihat ada beberapa hal yang dicatat dalam memandang seseorang dapat dikatakan sebagai manusia polymath ataukah tidak. Di antaranya adalah bidang ilmu yang mereka geluti tidak hanya satu, bisa mulai dari tiga hingga lebih bidang ilmu baik yang bersinggungan satu sama lain maupun yang tidak.
Tentunya masih banyak nama-nama lain yang dapat kita temukan, mungkin lain kali akan kita bahas lebih lanjut pula. Oleh karena itu, sekiranya tulisan ini dapat menambah semangat kita untuk belajar dan mendalami ilmu pengetahuan yang sedang digeluti maupun yang kita minati.
Tidak hanya dalam satu bidang ilmu, namun kita pula harus mendorong diri untuk membuka wawasan dan membuka kemampuan multidimensionalitas yang ada di diri kita masing-masing, dalam memberikan solusi dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini sudah pernah tayang di Idedukasi pada 15 Desember 2022 dalam link berikut: https://idedukasi.com/blog-idedukasi-team/mrafieakbar/2022/12/manusiapolymath/





